Pada dasarnya, berpuasa bisa dikatakan hanya menggeser waktu makan, sehingga ibu hamil atau menyusui tak perlu khawatir dirinya akan makan lebih sedikit dari biasanya. Berikut beberapa tips agar ibu hamil dan menyusui dapat tetap bugar melakukan ibadah puasa insyaAlloh:
- Jangan makan sahur berlebihan / kekenyangan
- Usahakan untuk makan sahur menjelang waktu fajar (sekitar satu atau setengah jam sebelumnya).
- Perbanyak konsumsi makanan berserat
- Kebutuhan cairan tercukupi ( min 8 gelas/hari)
- Segerakan berbuka
- Jangan berlebihan menyantap hidangan saat berbuka
- Hindari berbuka dengan banyak minuman manis yang meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Gula darah ibu kemudian dapat turun dengan cepat, yang membuat ibu merasa lemas dan pusing.
- Pilih makanan yang melepaskan energi secara perlahan untuk berbuka, seperti kurma, kacang hijau atau kolak.
- Pilih menu yg sehat saat sahur dan berbuka
- Untuk sahur, pilih makanan yang melepaskan energi secara perlahan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti biji-bijian dan umbi-umbian, dan makanan kaya serat, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan. Makanan kaya serat juga membantu untuk mencegah sembelit.
- Pastikan ibu juga mendapatkan banyak protein dari kedelai, kacang-kacangan, ikan, daging dan telur. Hal ini akan membantu pertumbuhan bayi.
- Hindari minuman berkafein seperti teh dan kopi. Kafein membuat ibu kehilangan lebih banyak air ketika berkemih, sehingga ibu lebih rentan mengalami dehidrasi, terutama jika cuaca panas.
- Olahraga ringan
- Untuk menambah pemenuhan kebutuhan kalori dengan makan lagi setelah sholat tarawih.
- Makanan yang disantap tak harus makanan berat, tapi bisa juga camilan padat gizi yang menyehatkan atau kudapan berbahan sayur & buah . Dengan begitu, seorang ibu hamil atau menyusui tetap makan 3 kali dalam sehari.
- Biasanya, pola menyusui akan berubah. ASI pada siang hari lebih sedikit dibandingkan malam hari. Usahakan menyusui setelah sahur lebih lama & segera susui bayi setelah berbuka.
- Tetap konsumsi suplemen khusus bagi ibu hamil atau menyusui (zat besi, kalsium, asam folat, & lain-lain).
- Berapapun usia kandungan, selama sehat ibu dan janinnya maka diperbolehkan berpuasa.
Namun, bila terjadi hal-hal di bawah ini, sebaiknya ibu hamil dan menyusui tidak berpuasa untuk sementara:
- Ibu merasa lemas, pusing atau sakit kepala, yang mungkin disertai demam.
- Ibu mulai mengalami kontraksi rahim. Dehidrasi dapat menyebabkan kontraksi yang dapat berujung pada persalinan prematur bila terjadi dalam trimester terakhir.
- ibu mengalami mual dan muntah.
- ibu merasakan perubahan nyata dalam gerakan bayi, yaitu bayi menjadi kurang bergerak atau lebih bergerak (lebih sering menendang-nendang)
- ibu tidak mendapatkan kenaikan berat badan yang cukup atau bahkan kehilangan berat badan.
- ibu merasa sangat haus, lebih jarang buang air kecil, atau urin berwarna gelap/pekat dan berbau tajam. Ini adalah tanda dehidrasi, yang membuat ibu lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih dan komplikasi lainnya.
Jangan lupa untuk berdo’a meminta kemudahan kepada Allah 'azza wa jalla dalam menjalankan ibadah puasa, karena hanya Allah lah yang bisa menguatkan kita sehingga mampu berpuasa meskipun dalam kondisi lemah karena sedang hamil atau menyusui.
Allohua'lam bisshawab
Sumber : Maria Ulfa Syafi'i dari group DA
