Selasa, 01 Juli 2014

Tips Berpuasa untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Pada dasarnya, berpuasa bisa dikatakan hanya menggeser waktu makan, sehingga ibu hamil atau menyusui tak perlu khawatir dirinya akan makan lebih sedikit dari biasanya. Berikut beberapa tips agar ibu hamil dan menyusui dapat tetap bugar melakukan ibadah puasa insyaAlloh:

  1. Jangan makan sahur berlebihan / kekenyangan
  2. Usahakan untuk makan sahur menjelang waktu fajar (sekitar satu atau setengah jam sebelumnya).
  3. Perbanyak konsumsi makanan berserat
  4. Kebutuhan cairan tercukupi ( min 8 gelas/hari)
  5. Segerakan berbuka
  6. Jangan berlebihan menyantap hidangan saat berbuka
  7. Hindari berbuka dengan banyak minuman manis yang meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Gula darah ibu kemudian dapat turun dengan cepat, yang membuat ibu merasa lemas dan pusing.
  8. Pilih makanan yang melepaskan energi secara perlahan untuk berbuka, seperti kurma, kacang hijau atau kolak.
  9. Pilih menu yg sehat saat sahur dan berbuka
  10. Untuk sahur, pilih makanan yang melepaskan energi secara perlahan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti biji-bijian dan umbi-umbian, dan makanan kaya serat, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan. Makanan kaya serat juga membantu untuk mencegah sembelit.
  11. Pastikan ibu juga mendapatkan banyak protein dari kedelai, kacang-kacangan, ikan, daging dan telur. Hal ini akan membantu pertumbuhan bayi.
  12. Hindari minuman berkafein seperti teh dan kopi. Kafein membuat ibu kehilangan lebih banyak air ketika berkemih, sehingga ibu lebih rentan mengalami dehidrasi, terutama jika cuaca panas.
  13. Olahraga ringan
  14. Untuk menambah pemenuhan kebutuhan kalori dengan makan lagi setelah sholat tarawih.
  15. Makanan yang disantap tak harus makanan berat, tapi bisa juga camilan padat gizi yang menyehatkan atau kudapan berbahan sayur & buah . Dengan begitu, seorang ibu hamil atau menyusui tetap makan 3 kali dalam sehari.
  16. Biasanya, pola menyusui akan berubah. ASI pada siang hari lebih sedikit dibandingkan malam hari. Usahakan menyusui setelah sahur lebih lama & segera susui bayi setelah berbuka.
  17. Tetap konsumsi suplemen khusus bagi ibu hamil atau menyusui (zat besi, kalsium, asam folat, & lain-lain).
  18. Berapapun usia kandungan, selama sehat ibu dan janinnya maka diperbolehkan berpuasa.


Namun, bila terjadi hal-hal di bawah ini, sebaiknya ibu hamil dan menyusui tidak berpuasa untuk sementara:

  • Ibu merasa lemas, pusing atau sakit kepala, yang mungkin disertai demam.
  • Ibu mulai mengalami kontraksi rahim. Dehidrasi dapat menyebabkan kontraksi yang dapat berujung pada persalinan prematur bila terjadi dalam trimester terakhir.
  • ibu mengalami mual dan muntah.
  • ibu merasakan perubahan nyata dalam gerakan bayi, yaitu bayi menjadi kurang bergerak atau lebih bergerak (lebih sering menendang-nendang)
  • ibu tidak mendapatkan kenaikan berat badan yang cukup atau bahkan kehilangan berat badan.
  • ibu merasa sangat haus, lebih jarang buang air kecil, atau urin berwarna gelap/pekat dan berbau tajam. Ini adalah tanda dehidrasi, yang membuat ibu lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih dan komplikasi lainnya.

Jangan lupa untuk berdo’a meminta kemudahan kepada Allah 'azza wa jalla dalam menjalankan ibadah puasa, karena hanya Allah lah yang bisa menguatkan kita sehingga mampu berpuasa meskipun dalam kondisi lemah karena sedang hamil atau menyusui.
Allohua'lam bisshawab

Sumber : Maria Ulfa Syafi'i dari group DA

Sambal Kentang Rempela Ati

Bahan:

  • 500 gram kentang, potong kotak
  • 5 buah ati ayam dan 5 buah rempela(rebus trus potong kotak)
  • 1 sdt garam
  • ½ sdm gula
  • minyak sayur
  • Bumbu direbus lalu dihaluskan :
  • 150 gr cabe merah
  • 3 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 buah tomat

Cara membuat:

  1. Goreng kentang, sisihkan.
  2. Tumis Bumbu halus sampai harum, 
  3. masukan ati ayam dan rempela aduk rata 
  4. lalu masukkan petai, 
  5. kemudian masukkan kentang,
  6. beri garam dan gula, 
  7. aduk rata.
  8. masak hingga semua bahan tercampur rata, sajikan

Resep : Ummu Anita

Kastangels

Bahan:
450 gr tp terigu protein rendah
50 gr tp maizena
150 gr margarin
200 gr butter
200 gr keju parut
3 kuning telur
2 sdm susu bubuk
1 sdt bahan pengawet

Olesan : 2 kuning telur + 1 sdm susu cair

100 gr keju parut untuk taburan,diangin anginkan sebentar.

Cara membuat:

  1. Ayak tepung terigu,maizena,susu...sisihkan.
  2. Kocok margarin,butter s/d rata kurang lebih 3 menit, tambahkan kuning telur satu per satu, matikan mixer, 
  3. masukan keju parut.....tepung,bahan pengawet, susu bubuk,aduk dengan spatula.
  4. Cetak taruh diloyang olesi kutel trus taburi keju parut
  5. Panggang 160°c s/d matang
Kastangel

Resep : Bundah Jidah Faridah Yamani

Jenis-Jenis Terigu dan Contohnya

Tepung terigu merupakan unsur pokok dalam pembuatan roti. Tepung terigu merupakan bahan utama terbesar yang dipergunakan dalam pembuatan roti. Penggunaan tepung terigu akan menjadi penentu keberhasilan roti yang dibuat. Jika salah menggunakan tepung, maka kualitas roti yang akan dihasilkan kurang maksimal. Dengan menggunakan komposisi tepung yang tepat maka akan menghasilkan adonan yang kuat, kenyal dan memiliki daya kembang yang baik. Tiga macam tepung yang sering kita jumpai di pasaran adalah :

1. Hard Wheat (Terigu protein tinggi)
Tepung terigu ini mempunyai kadar protein yang paling tinggi di antara 3 macam tepung terigu lainnya. Kandungan proteinnya mencapai 11-13%. Jenis tepung ini paling cocok digunakan dalam pembuatan roti. Tepung ini mempunyai kadar gluten yang tinggi. Fungsi gluten ini sendiri dalam pembuatan roti adalah untuk menahan gas yang dihasilkan dari yeast/gist.
Contoh merk yang beredar dipasar untuk tepung jenis ini adalah Caka Kembar atau Kereta Kencana, produksi Bogasari.

2. Medium Wheat (Terigu protein sedang)
Tepung terigu ini mempunyai kadar protein 9-10%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tepung terigu jenis hard wheat. Tepung ini cocok dalam pembuatan aneka cake, bolu dan kue basah lainnya. Dalam pembuatan roti tepung ini kadangkala digunakan sebagai bahan campuran saja. Akan tetapi prosentase penggunaan tepung jenis hard wheatnya tetap lebih dominan.
Contoh merk yang beredar dipasaran adalah Segitiga Biru dan Gunung Bromo, produksi Bogasari.

3. Soft Wheat (Terigu protein rendah)
Jenis tepung ini mempunyai kadar protein paling rendah yaitu sekitar 7-8%. Tepung ini cocok untuk pembuatan kue kering. Tidak cocok jika digunakan untuk pembuatan roti.
Contoh merk yang beredar dipasar adalah Kunci Biru dan Roda Biru, produksi Bogasari.

Bogasari juga mengeluarkan tepung terigu yang berprotein lebih rendah daripada Kunci Biru, diberi label Lencana Merah. Sangat cocok untuk bikin makanan yang memerlukan kegaringan seperti kue kering dan gorengan.

Plus Bogasari juga mengeluarkan tepung terigu yang berprotein lebih tinggi daripada Cakra Kembar, diberi label Cakra Kembar Emas. Selain itu ada terigu Kastil dan Taj Mahal. Yang Kastil merupakan terigu ekonomis untuk aneka roti dengan kandungan protein lebih dari Segitiga Biru dan lebih rendah daripada Cakra Kembar. Sedangkan Taj Mahal untuk bikin roti India dan bikin roti gandum.
Tepung terigu berprotein tinggi


Kurma Coklat


Bahan :

  • Kurma
  • Coklat Tulip
  • Coklat putih
  • Mete


Cara memasak :

  1. Siapkan kurma yang bagus dan kacang mete yang sudah di sangrai (yang utuh)
  2. Cooking coklat sebelumnya, coklat putih atau warna lain untuk hiasan
  3. Kurma dibelah dan dikeluarkan bijinya
  4. Isi semua kurma dengan kacang mete sangrai sesuai ukuran kurma
  5. Lelehkan cooking coklat dengan cara di tim
  6. Masukkan kurma ke dalam coklat leleh dan angkat segera
  7. Letakkan di rak kawat biar mengeras sendirinya
  8. Setelah semua kurma terselimuti colat, siap untuk dihias dengan coretan coklat putih/pink
Hiasan coklat :
  1. kurma coklat yang sudah mengeras ditata di sebuah loyang/ piring lebar (beri jarak)
  2. coklat putih/warna di tim kemudian masukkan ke dalam plastik segitiga
  3. lubangi kecil ujungnya
  4. segera gunakan untuk mencoret kurma coklat
  5. harus cepat biar hasilnya bagus

kurma coklat